RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Walau saat ini masyarakat dan pemerintah masih terfokus dengan kasus pandemi wabah Virus Covid 19, yang sampai saat ini tingkat penyebaran dibeberapa wilayah masih terbilang tinggi. Namun demikian kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tetap harus ditingkatkan, karena termasuk salah satu penyakit musiman yang juga tak kalah bahayanya.
Kepala Dinkes BU Syamsul Ma’arif melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara (BU), Ujang Ismail, SKM MPh mengatakan selain fokus dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus, masyarakat juga diminta mengaktifkan kader pemantau jentik (Jumantik) yang bertugas untuk mengamati kemungkinan adanya perkembangan jentik nyamuk.
“Yang paling penting memastikan lingkungan dalam keadaan bersih dan tidak terdapat genangan yang kemungkinan bisa menjadi bakal sarang nyamuk,” kata Ujang.
Dirinya pun mengimbau, kepada masyarakat untuk menanam tanaman pengusir nyamuk yang bisa mengusir nyamuk, menghidari dari gigitan nyamuk dan menjaga udara agar lebih segar, serta tanaman yang gampang ditemui. Tanaman tersebut berupa, serai, zodia, selasih, suren, lavender, marigold atau bunga tahi ayam, serai wangi, kecombrang, rosemary dan geranium atau tapak dara.
“Tanaman-tanaman tersebut tidak disukai nyamuk karena memiliki aroma yang kuat dan khas, selain itu beberapa tanaman bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman sehat,” ungkapnya.
Terkait dengan jumlah penderita DBD, Dirinya menuturkan, bahwa memang ada sedikit mengalami penurunan sejak dampak covid 19 mewabah. Kendati demikian dirinya berharap agar masyarakat agar selalu menerapkan pola hidup sehat.
“Memang mengalami penurunan hingga 3 bulan terkahir. Namun untuk ini masyarakat harus selalu waspada dan selalalu menjaga kebersihan lingkungan dan hidup sehat,” tukasnya.
Laporan : Redaksi

